Berubah adalah hukum alam termasuk mengubah sesuatu misal mengubah landing page ataupun web site.
Berubah adalah kebutuhan. Mengapa saya berpendapat demikian?
Ya, ini ada hubungannya dengan landing page anda. Jika anda ingin
terus memikat pengunjung, jangan pernah ragu untuk mengubah landing page
anda. Jika landing page anda sudah bisa menggaet banyak pembeli, anda
masih harus berpikir untuk mengubah landing page anda.
Tapi, jangan sembarang mengubah landing page. Ada beberapa langkah
yang wajib anda perhatikan dalam melakukan
perubahan. Tujuannya, sudah
pasti menambah pembeli dan menjaring sebanyak mungkin contact pengunjung.
Selain itu, perubahan ini juga bisa anda buat jika anda ingin membuat
image situs web anda berubah. Ah! Saya jadi ingat kenapa banyak
brand-brand terkenal mengubah logo mereka. Misalnya saja logo bank-bank
nasional.
Ok… sekarang kita bahas perubahan yang bisa anda lakukan dengan landing page anda.
Bagaimana cara mengubah landing page ?
1. Buat perubahan halaman
Pikiran untuk mengubah halaman sebaiknya sudah anda camkan dalam hati kecil anda jauh sebelum anda mulai membuat sebuah landing page. Maksudnya bagaimana? Begini, ketika anda mulai membuat satu landing page, anda juga harus punya cadangan desain landing page yang lain. Misal, tentang desain perubahan newsletter.
Pikiran untuk mengubah halaman sebaiknya sudah anda camkan dalam hati kecil anda jauh sebelum anda mulai membuat sebuah landing page. Maksudnya bagaimana? Begini, ketika anda mulai membuat satu landing page, anda juga harus punya cadangan desain landing page yang lain. Misal, tentang desain perubahan newsletter.
Maka sewaktu-waktu anda memutuskan untuk melakukan perubahan, anda sudah siap.
2. Buat riset kecil-kecilan
Riset ini berguna untuk mengetahui apa yang pengunjung anda cari dari situs web anda. Pelajari juga produk apa yang biasa mereka cari. Dan, silakan buat gambaran pengunjung ideal yang biasa mampir ke situs anda. Ingat, selanjutnya ubah landing page anda sesuai dengan tipe pengunjung sasaran anda.
Riset ini berguna untuk mengetahui apa yang pengunjung anda cari dari situs web anda. Pelajari juga produk apa yang biasa mereka cari. Dan, silakan buat gambaran pengunjung ideal yang biasa mampir ke situs anda. Ingat, selanjutnya ubah landing page anda sesuai dengan tipe pengunjung sasaran anda.
3. Hapus bagian landing page yang tidak perlu
Pengunjung datang ke situs anda karena mereka ingin hal-hal yang spesifik. Mereka ingin segera dapat apa yang mereka cari. Jadi, jangan buyarkan konsentrasi mereka dengan bagian yang tidak penting.
Pengunjung datang ke situs anda karena mereka ingin hal-hal yang spesifik. Mereka ingin segera dapat apa yang mereka cari. Jadi, jangan buyarkan konsentrasi mereka dengan bagian yang tidak penting.
Warna dan tipografi sebenarnya bermanfaat untuk situs anda. Dua hal
ini bisa jadi arahan pengunjung. Tapi, jangan membuat terlalu banyak
gambar yang bisa menyita perhatian pengunjung anda. So, koreksi semua
gambar yang anda tampilkan. Jika berlebihan segera hapus!
4. Pindahkan navigasi
Anda bisa membuat selingan dengan memindahkan navigasi anda. Tapi, jangan pindahkan bagian navigasi yang tempatnya sudah diakrabi pengunjung. Misalnya tentang letak link anda.
Anda bisa membuat selingan dengan memindahkan navigasi anda. Tapi, jangan pindahkan bagian navigasi yang tempatnya sudah diakrabi pengunjung. Misalnya tentang letak link anda.
5. Fokus
Tujuan utama landing page itu mencegah pengunjung anda pergi kemana-mana. Jadi, sebisa mungkin jangan biarkan pengunjung anda mengklik bagian selain promosi produk anda.
Tujuan utama landing page itu mencegah pengunjung anda pergi kemana-mana. Jadi, sebisa mungkin jangan biarkan pengunjung anda mengklik bagian selain promosi produk anda.
6. Tanyakan email saja
Jika anda meminta pengunjung mendaftar di newsletter, tanyakan saja alamat email mereka. Hindari bertanya terlalu komplit. Pengunjung bisa beranggapan situs web anda terlalu birokratis.
Jika anda meminta pengunjung mendaftar di newsletter, tanyakan saja alamat email mereka. Hindari bertanya terlalu komplit. Pengunjung bisa beranggapan situs web anda terlalu birokratis.
7. Tes, tes, dan tes
Setelah menyelesaikan semua desain landing page yang baru, jangan lupa untuk menguji coba. Nah, kemudian lagi-lagi anda harus bertanya pada diri sendiri.
Setelah menyelesaikan semua desain landing page yang baru, jangan lupa untuk menguji coba. Nah, kemudian lagi-lagi anda harus bertanya pada diri sendiri.
- Apakah semua bagian landing page sudah fokus pada pembelian?
- Apakah iklan yang anda buat sudah bisa menyampaikan pesan untuk membeli?
- Sudahkah anda mengurangi bagian yang membuyarkan konsentrasi pengunjung?
- Apakah landing page ini bisa meningkatkan kualitas brand anda?
Yup!! jangan sembarang mengubah landing page ya… Sesuaikan dengan
kebutuhan anda. Selamat berubah… saya yakin anda dapat mengubah landing
page menjadi dinamis dan tidak membosankan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar